Jepang memang bangsa yang luar biasa. Profesor Suzuki dari Universitas Tokyo, Jepang, sedang uji coba sebuah pesawat origami (yang dibuat dari ketas) karena ingin tahu kalau pesawat tersebut bisa diterbangkan dari International Space Station (ISS), dari ketinggian 400km di atas permukaan bumi, sampai kembali ke bumi!
Rencananya, tim Jepang akan memberikan 100 pesawat kertas ke NASA dan minta salah satu astronot dari Jepang (yang bergabung dengan NASA) melemparkan pesawat itu dari ISS ke arah bumi. (Lihat foto pesawatnya di sini). Contoh pesawatnya sedang diujicoba di dalam “terowongan angin” untuk mengetes kemampuannya menahan angin kencang dan kepanasan yang sangat tinggi. (Pesawat kertas diberikan bahan kimia khusus biar bisa tahan kepanasan).
Peswatnya 8cm panjang dan beratnya kurang dari 30g. Karena permukaan bumi kita ini 70% air, hanya ada kesempatan 4-5% bahwa salah satu pesawat akan mendarat di atas tanah. Sejauh ini, pesawat tersebut telah menahan angin dengan kecepatan Mach 7, yaitu 7 kali lipat kecepatan suara. Dan juga menahan kepanasan sampai 300 derajat Celsius.
Tujuannya?
Sang Profesor berharap riset ini bisa bantu mewujudkan design baru bagi pesawat luar angkasa, dan juga untuk membuat design baru bagi pesawat yang bisa mencapai batas2 tertinggi dari atmosfer bumi kita.
Dia juga sangat berharap bahwa eksperimen ini bisa memberikan semangat baru bagi anak sekolah untuk belajar sains.
**************
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Cerita ini membuat saya kagum sama orang Jepang, karena sambil membacanya saya jadi berfikir tentang orang Indonesia yang kesulitan membangun apa saja tanpa kena masalah, seperti membangun jalan raya yang sekarang lagi jebol (berlubang-lubang) di dekat Pancoran dan juga di Mampang.
Atap sekolah runtuh. Jalan raya jebol. Jalan tol jebol. Bendungan jebol. Jakarta kebanjiran karena saluran pembuangan air rusak. Jembatan ambruk. Jalur busway rusak berat hanya beberapa bulan setelah dibuka, dan jembatannya juga bolong2. Bensin ditambahkan minyak tanah. Listrik koslet terjadi berkali-kali, di mana-mana. Dan seterusnya.
Tetapi Jepang bisa membuat pesawat dari kertas yang mudah-mudahan bisa diterbangkan dari luar angkasa kembali ke bumi!
Kenapa orang Islam kalah jauh sama orang kafir? Kenapa merekalah yang rajin menuntut ilmu? Kenapa merekalah yang mengejar kemajuan teknologi? Kenapa merekalah yang bertanggung-jawab dan profesional dalam kerjanya? Kenapa mereka yang menjadi contoh buat dunia, dan bukan negara mayoritas Muslim di dunia?
Sedih…
Kapan bangsa ini akan berubah?
Kapan ummat Islam akan maju?
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene
Read the full story here:
Can Japan’s paper plane fly in space?
By Chris Hogg
Published: 2008/02/07 07:07:03 GMT
© BBC MMVIII

sabaar mas,dan tetap semangat ya,karena dengan kenyataan bangsa indonesia yg seperti ini, kita sudah diberi kemudahan olleh Alloh mengetahui ladang amal kita ?, lagi pula, perasaan sampai sekarang, belum ada negara islam yg cukup maju, apalagi sampai memikirkan origami dari luar angkasa sono…hehe
Benar, Gene . Aku juga bingung n heran kenapa para ilmuwan Indonesia tidak terdengar hasil-hasil karyanya. Tapi gak usah yang jauh-jauh, hasil KIR (Karya Ilmiah Remaja)anak2 Indonesia juga sebenarnya bagus2 tapi koq tidak dibantu untuk diproduksi massal ??
Apa lagi hasil2 penelitian dari mhsw atau lulusan ITB, IPB,Univ-2 terkenal lainnya, pasti mereka punya terobosan2 Science (percaya pasti ada) Mengapa tidak dibuat dan dibantu memproduksinya utk kepentingan Rakyat Indonesia??? Dulu kita katanya sudah bisa Swa Sembada Beras, mengapa sekarang Impor lagi? (Kedele-BBM-Gandum-DLL)
Ada yang bisa jawab?
“Kenapa orang Islam kalah jauh sama orang kafir? Kenapa merekalah yang rajin menuntut ilmu? Kenapa merekalah yang mengejar kemajuan teknologi? Kenapa merekalah yang bertanggung-jawab dan profesional dalam kerjanya? Kenapa mereka yang menjadi contoh buat dunia, dan bukan negara mayoritas Muslim di dunia?”
Mungkin pertanyaannya bisa disingkat jadi “Kenapa orang Islam pemalas ?”
Tapi bagaimana caranya supaya umat Islam jadi rajin atau diri sendiri jadi rajin melebihi mereka ?